08 September 2019 13:04:22
Ditulis oleh Admin

PERINGATAN HUT RI DUSUN NAWANGAN DESA NGADIREJO KECAMATAN WIDANG KABUPATEN TUBAN

http://ngadirejo-widang.desa.id/. Peringatan HUT RI Dusun Nawangan Desa Ngadirejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban, Sabtu (7/9).

Dalam rangka peringatan HUT RI ke 74, Pemuda Dusun Nawangan Desa Ngadirejo berkumpul dalam wadah KARTAR ARENA mengadakan acara pentas seni dan budaya. Pentas ini dibuka dengan tarian yang dibawakan oleh anak-anak. Tari tersebut meliputi tari tradisional dan modern. Selain menumbuhkan jiwa seni, tarian anak-anak juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri di depan banyak orang. Setelah itu, disusul dengan nyanyian Indonesia Raya.

Rangkaian acara berjalanan dengan sangat meriah. Antusias warga tinggi terlihat dari jumlah warga yang hadir untuk menyaksikan pentas seni dan budaya ini. Bahkan tidak hanya warga Desa Ngadirejo saja, namun warga dari luar Desa pun turut hadir. Dan puncak dari rangkaian acara ini adalah “Jaranan”.

Gambar 1.1 Pembacaan Doa dari Pamangguh

Jaranan tersebut didatangkan langsung dari Nganjuk “SEKAR PANDHOWO MUDHO” yang dipimpin oleh Bopo Bagus Arif. Kendang, Gongs, Bonang, Kempul, Trumpet, dst dimainkan bersama nyanyian sinden mengalun menjadi musik yang indah sekali. Jaranan seperti mempunyai alur cerita yang ingin disampaikan. Ditandai dengan pembacaan doa dari pamangguh atau pawang, pertunjukan jaranan dimulai. Berikutnya, kelompovk pemain membawa jaranan dan cambuk menari mengikuti ritme musik, serta menghentak-hentakkan kakinya. Suara gemerincing terdengar dari kaki-kaki pemain yang dikaitkan dengan kerincingan. Sesekali pamangguh menyambuk tanah dengan cambuk yang digenggamnya. Dst.

Gambar 1.2 Jaranan "SEKAR PANDHOWO MUDHO"

Jaranan seperti menggabungkan tarian, pencak silat, atraksi kanuragan hingga kesurupan. Ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga. Betapa kayanya Republik Indonesia ini dengan seni dan budaya yang dimiliki. Jaranan salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Warga yang menonton pertunjukan ini larut dan sesekali bertepuk tangan dengan meriahnya. “Berbeda dengan Dusun lainnya, Kartar Arena mengangkat pertunjukan tradisonal, semoga dengan ini dapat semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia” ucap Kepala Desa Ngadirejo. (YA/Ngdrejo)

Gambar 1.3 Jaranan ditutup dengan doa



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus